• PROSEDUR REKRUITMENT KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUMKM

    PROSEDUR  REKRUITMENT  KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUMKM

     

    1.   KERANGKA PIKIR


    2.   PROSEDUR SELEKSI KONSULTAN PENDAMPING

     

    a.     Tahap Persiapan:

      1. Mengumpulkan referensi
      2. Menentukan kualifikasi calon
      3. Membuat instrument seleksi
      4. Menyusun disain ujian tertulis dan wawancara
      5. Menyusun format lowongan kerja

     

    b.     Publikasi Lowongan

      1. Menghubungi media cetak maupun elektronik (Koran dan radio setempat)
      2. Menghubungi bursa tenaga kerja,  DEKOPINWIL, Dinaskop, dll
      3. Memasang leafleat atau iklan

     

    c.     Seleksi dokumen

      1. Tabulasi data
      2. Klasifikasi kompetensi berbasis data
      3. Membuat rangkin
      4. Menentukan yang lulus berkas

     

    d.     Ujian Tertulis

      1. Menyelenggarakan ujian tertulis sesuai naskah ujian
      2. Pemeriksaan hasil ujian
      3. Membuat daftar nilai
      4.  Menentukan yang lulus ujian tertulis

     

    e.     Wawancara

      1. Melakukan wawancara untuk menggaliloyalitas, integritas, minat, kerjasama, pengalaman, dan kepemimpinan
      2. Menyusun daftar nilai wawancara
      3. Menentukan yang lulus

     

    f.      Tes Kesehatan

      1. Bekerjasama dengan dokter praktek atau puskesmas
      2. Mengutamakan dokter terdekat dengan pelamar
      3. Membuat daftar hasil pemeriksaan dokter

     

    g.     Penentuan

      1. Rapat pengambilan keputusan
      2. Keputusan diambil berdasarkan hasil seleksi
      3. Pengumuman hasil seleksi

     

     

    3.   PELAKSANAAN DIKLAT KONSULTAN PENDAMPING

    1. Penjajakan Kebutuhan Pelatihan (PKP/TNA)
    2. Menyusun Manual Diklat
    3. Pelaksanaan Diklat
    4. Evaluasi, pelaporan dan Rencana Tindak Lanjut

     

     

    4.   PENEMPATAN

    1. Pembuatan Surat Keputusan tentang Konsultan Pendamping termasuk Penempatan
    2. Pengenalan Lokasi
    3. Siap Bekerja sesuai kompetensi yang diharapkan
  • KODE ETIK KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUMKM

    KODE ETIK KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUMKM

    Resfek terhadap profesi sangat ditentukan oleh sejauh mana etika dan kode etik dapat dijalankan secara profesiaonal. Hal ini penting karena konsultan meupakan Kader terpercaya yang diharapkan dapat melakukan peran strategis sebagai “Agen Perubahan”  ataupun “Agen Pembangunan”  dibidang KUMKM.  Sebuah profesi yang terhormat akan jatuh dan berakhir, seiring dengan ketiadaan respek maupun kepercayaan dari klien (pengguna jasa).

    Etika dapat diartikan sebagai aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang  benar  dan mana yang buruk. Dalam pergaulan bermasyarakat diperlukan system yang mengatur pergaulan hidup sehari-hari, sopan santun, tata krama, dan lain-lain. Kode etik Konsultan PLUT KUMKM, merupakan kaidah moral yang menjadi pedoman dalam berpikir dan bertindak bagi setiap Konsultan PLUT-KUMKM. Mereka wajib menjaga citra dan martabat profesinya, karena itulah setiap pribadi konsultan dituntut menjunjung tinggi integritas, dan kehormatan, melakukan profesi  dengan penuh tanggung jawab, dedikasi tinggi dan independen,  menjaga kerahasiaan dalam menjalankan profesi. Kode etik berfungsi sebagai pedoman dan alat control dalam menjalankan profesi.

    KODE ETIK Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM:

    1. Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM senantiasa menjunjung tinggi martabat profesi
    2. Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM senantiasa berpijak dan berorientasi pada pencapaian visi, Misi, Nilau dan Tujuan PLUT-KUMKM
    3.  Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM, senantiasa konsisten pada upaya-upaya pemberdayaan KUMKM secara mandiri, otonom dan independen
    4. Konsultan PLUT-KUMKM senantiasa berupaya merangkul berbagai pihak ke dalam iklim kemitraan, partisipasi,  demokrasi dan akuntabilitas
    5. Konsultan PLUT-KUMKM senantiasa menjunjung tinggi dan menerapkan nilai-nilai; dapat dipercaya, ikhlas/kerelawanan, kejujuran, keadilan, kesetaraan dan kebersamaan dalam keragaman.
    6. Kode etik sebagaimana dimaksud akan efektif jika dilengkapi dengan  larangan dan kewajiban.

     

     

    Kewajiban seorang Konsultan PLUT-KUMKM, adalah:

    1. Setia dan taat kepada Pancasila dan UU Dasar 1945
    2. Melakukan tugas profesi dengan penuh integritas, tanggungjawab, dedikasi dan independensi
    3. Bersikap Profesional dan tetap menjaga kerahasiaan dalam menjalankan profesi
    4. Membuat laporan, sesuai ketentuan PLUT-KUMKM

     

     

    Konsultan PLUT-KUMKM, dilarang:

    1. Memberikan petunjuk dan keterangan yang menyesatkan kepada klien (KUMKM)
    2. Menerima setiap ajakan dari pihak manapun untuk melakukan tindakan yang diketahui atau patut diketahui melanggar peraturan dan etika
    3. Menugaskan seseorang dalam melakukn konsultasi kepada klien yang tidak kompeten dibidangnya
    4.  Memberikan jaminan kepada kliennya bahwa pekerjaan pasti berhasil
  • ANALISIS TUGAS DAN DAN JABATAN KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUMKM

    ANALISIS TUGAS DAN DAN JABATAN KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUMKM

     

    1.    Tugas  Konsultan PLUT-KUMKM

    Tugas  pokok  seorang Konsultan   adalah; memberikan  bimbingan, saran, taktik, strategi maupun solusi  yang dibutuhkan oleh pengguna jasa. Saran dan strategi yang disusun harus diyakini mampu menjadi solusi dalam merencanakan dan melaksanakan strategi bisnis  yang tepat dalam situasi persaingan  yang semakin ketat. Dari advice yang diberikan, dan keahlian yang dimiliki, konsultan akan mendapatkan sejumlah imbalan atau fee sesuai dengan kesepakatan.

    Salah satu kunci sukses dalam industri konsultan adalah seberapa mampu konsultan tersebut menghadirkan dan membantu implementasi, ide, terobosan baru, ke dalam aktivitas harian kliennya. Ciri terobosan yang sukses adalah mampu memberikan posisi khusus yang menguntungkan bagi klien tersebut di mata pelanggan dan di mata kompetitor. Posisi khusus ini sifatnya tidak hanya sesaat, melainkan kuat pula dalam aspek diferensiasi dan positioning

    Berdasarkan pada permasalahan yang dialami oleh KUMKM, maka tugas pokok Konsultan Pendampin KUMKM, meliputi:

      1. Membantu KUMKM dalam mengurus terbitnya aspek legalitas atau perijinan  usaha, seperti; Badan Hukum (BH), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Ijin Tempat Usaha (SITU), Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan lain-lain. Dengan demikian diharapkan, KUMKM dapat lebih yakin dan percaya diri dalam mengelola dan mengembangkan usahanya, termasuk akses terhadap pembiayaan.
      2.  Membantu merumuskan system, formula atau konsep strategi usaha yang sesuai dengan kondisi lingkungan strategisnya, seperti; Rencana Usaha, Rencana kerja, Rencana Anggaran dan Belanja (RAPB), jobdisc, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga,  dan Standar Operasional Prosedur (SOP) usaha, produksi, pemasaran, SDM dan Keuangan. Dengan demikian diharapkan KUMKM dapat beroperasi secara terarah, sistematis dan berkelanjutan. SDM KUMKM dapat bekerja secara serius, sesuai target yang telah ditetapkan bersama.
      3. Membantu terlaksananya koordinasi dan integrasi (kerjasama) secara berkala, diantara pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal , seperti: Rapat Pengurus, Rapat Pengawas, Rapat Karyawan, Rapat Pengurus-Pengawas-karyawan, Rapat dengan Pembina, Rapat dengan Mitra Kerja, dll.  Dengan demikian diharapkan pembagian tugas, wewenang dan tanggungjawab tetap terkontrol dengan baik, sehingga operasi usaha disegala aspek, seperti; kegiatan produksi, pemasaran, keuangan, dan  administrasi berjalan sesuai aturan dan kesepakatan. Operasional usaha yang dinamis dan tertib akan mengundang kepercayaan mitra kerja
      4. Membantu KUMKM dalam merancang pengadaan sarana dan prasarana organisasi dan usaha, seperti; kantor, peralatan (inventaris), sarana produksi dan distribusi, telepon, listrik, sumber air, dan lain-lain. Dengan demikian diharapkan terwujudnya suasana kerja yang nyaman,  semangat  kerja yang tinggi, hubungan dengan mitra berjalan lancar, dan pengarsipan terlaksana dengan rapi
      5. Menfasilitasi KUMKM agar memiliki unit usaha yang prosfektif  dan pelayanan yang  semakin prima, seperti; membantu penelitian pasar, analisa pesaing, pengadaan barang dagangan yang tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga, lay out dan display yang menarik, layanan yang cepat dan ramah serta pelayanan yang konsisten. Dengan demikian diharapkan KUMKM memiliki kekuatan daya saing, volume penjualan yang semakin meningkat, dan pencitraan yang semakin positif. 
      6. Menfasilitasi dan memediasi KUMKM agar memiliki kemampuan mengakses sumber daya produktif, seperti: akses pasar, akses promosi dagang, akses pembiayaan, akses tegnologi informasi, dll. Dengan demikian KUMKM dapat memberikasn pelayanan prima dengan bunga rendah, produk dan jasa yang berdaya saing baik kualitas maupun harganya.
      7. Membantu KUMKM dalam menyusun strategi pemberdayaan Sumber Daya Manusia, seperti; Pendidikan Anggota, Pendidikan Pengurus, Pendidikan Pengawas, diklat bagi karyawan, dan strategi jenjang karir yang professional. Dengan demikian diharapkan Kompetensi pengelola semakin meningkat, dan partispasi pelanggan dan anggota dalam hal pembiayaan, transaksi, pengawasan dan pengambilan keputusan semakin meningkat.
      8. Memfasilitasi dan mengadvokasi KUMKM agar semakin terpercaya dan terjaga akuntabilitasnya baik secara intern maupun ekstern, seperti; penyelenggaraan Rapat Anggota, Pelaporan keuangan yang tertib dan penadministrasian yang rapi. Dengan demikian diharapkan KUMKM menjadi mitra yang semakin terpercaya bagi anggota/pelanggan dan mitra kerja termasuk pemerintah, swasta dan BUMN.
      9. Menfasilitasi KUMKM agar terampil dalam  dalam memanfaatkan tegnologi dan Tegnologi Informasi, seperti: Penggunaan Komputer, E-mail, Internet, Soft Ware, dan semacamnya

    Dengan demikian diharapkan, KUMKM memiliki kinerja yang efisien, performa yang meyakinkan dan data base yang lengkap

     

    2.     SPESIFIKASI TUGAS KONSULTAN PENDAMPING KUMKM

    Untuk memenuhi  tugas dan tanggungjawab Konsultan sebagaimana dimaksud, membutuhkan keahlian-keahlian tertentu. Kami telah merumuskan dalam empat kategori, dengan spesifikasi tugas sebagai berikut:

     1)   KONSULTAN STRATEGI

    URAIAN JABATAN

    KONSULTAN

    PLUT

     IDENTITAS JABATAN

    Nama Jabatan

    :

    KONSULTAN STRETEGI BISNIS

    Departemen/Kategori

    :

    KONSULTAN PLUT

    Atasan langsung

    :

    DIREKTUR PLUT KUMKM

    Bawahan langsung

    :

    -

    TUJUAN JABATAN

    Bertanggung jawab mengarahkan Pengelola Koperasi dan UMKM untuk memahami Potensi dan Permasalahan Koperasi dan UMKM dan membantu mereka dalam merumuskan Konsep Rencana Strategis pengembangan KUMKM, secara komprehensif  menyangkut organisasi, usaha, keuangan dan permodalan KUMKM.

     

    RINCIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB:

    1. Mengidentifikasi Potensi dan Permasalahan Koperasi dan UMKM binaan  dan menguraikan secara jelas apa saja kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan KUMKM
    2. Melakukan SWOT Analisis Koperasi dan UKM Binaan
    3. Menyusun konsep setrategi pengembangan Koperasi dan UKM Binaan berdasarkan hasil SWOT Analisis dalam bentuk RENSTRA
    4. Memberikan rekomendasi kepeda Koperasi dan UKM Binaan mengenai program prioritas baik dari aspek organisasi dan kelembagaan, promosi dan pemasaran, permodalan dan Keuangan
    5. Menunjukkan kepada Koperasi dan UKM Binaan mengenai hal-hal yang perlu dikoreksi, diadakan, dihilangkan maupun yang perlu disempurnahkan
    6. Memastikan bahwa Pengelola Koperasi dan UMKM binaan telah memahami konsep strategi dan Program prioritas yang harus dikerjakan oleh mereka

     

    INDIKATOR KINERJA

    1. Identifikasi SWOT
    2. Hasil Analisis SWOT
    3. Renstra
    4. Rekomendasi Program Prioritas
    5. Rencana Kerja

     

     

    SPESIFIKASI JABATAN

    Latar Belakang Pendidikan:

    1. Pendidikan  minimal S1, jurusan Manajemen atau Ekonomi
    2. Pengalaman sekitar 2-4  tahun  dalam bidang pengembangan Koperasi dan UMKM

     

    Kompetensi:

    1. Perkoperasian
    2. Kewirausahaan
    3. Manajemen.
    4. Komunikasi

     

     2)   KONSULTAN OPERASI

    URAIAN JABATAN

    KONSULTAN

    OPERASI

     IDENTITAS JABATAN

    Nama Jabatan

    :

    KONSULTAN OPERASI

    Departemen/Kategori

    :

    Konsultan PLUT

    Atasan langsung

    :

    Direktur PLUT KUMKM

    Bawahan langsung

    :

    -

     

    TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

    Bertanggung jawab mengarahkan  Koperasi dan UMKM untuk memahami dan melaksanakan operasi usaha terutama pada aspek kegiatan usaha, Keuangan serta Promosi Pemasaran

    RINCIAN  TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB:

    A.   Operasi Usaha, Promosi dan Pemasaran
    1. Membantu melakukan penelitian pasar atas produk dan jasa yang akan diusahakan oleh Koperasi dan UMKM Binaan
    2. Membantu Koperasi dan UMKM menemukan supplier, mitra usaha, saluran distribusi, dan penetapan harga yang tepat atas product dan jasa yang diusahakan
    3. Memberikan arahan mengenai keunggulan produk dan jasa yang diusahakan oleh koperasi dan UMKM Binaan
    4. Memberikan gambaran tentang analisis pelanggan, mitra kerja, dan pesaing yang bergerok pada sector yang sama dengan usaha atau jasa yang dikelola oleh koperasi dan UMKM
    5. Memberikan pemahaman yang benar kepada pengelola Koperasi dan UMKM tentang Segmentasi, Targetting dan Posisioning produk dan jasa yang diusahakan
    6. Memberikan pemahaman yang jelas tentang strategi, media  promosi produk yang diusahakan oleh Koperasi dan UMKM
    7. Memberikan penjelasan yang tepat dan benar kepada pengelola mengenai  product/jasa yang ditawarkan
    8. Memberikan penjelasan  kepada pengelola Koperasi dan UMKM mengenai Pelayanan Prima  baik kepada Pelanggan maupun Mitra  
    9. Memberikan pemahaman kepada pengelola Koperasi dan UMKM  mengenai keterampilan teknis menyusun rencana,  evaluasi dan monitoring  penjualan
    10. Menciptakan Kerjasama Team (Team Work) yang Baik, Solid dan Motivasional kepada seluruh Personil Koperasi dan UMKM Binaan
    11. Memberikan Usulan-usulan Pengembangan yang perlu dilakukan baik mengenai Proses Kerja, Sistem Kerja dan Prosedur Kerja serta masalah-masalah Ketenagakerjaan yang mungkin terjadi
    12. Memberikan usulan mengenai prosedur dan cara mengamankan dan mengembangkan asset-aset koperasi dan UMKM binaan
    13. Berperan aktif dalam Mengambil Langkah-langkah Efisiensi,
    14. Efektifitas serta Pengembangan yang harus dan seyogianya dilakukan demi Kemajuan Koperasi dan UMKM Binaan.
    15. Membantu koperasi dan UMKM akses pada sumber daya produktif

     

    B.   ADMINISTRASI DAN KEUANGAN
    1. Membantu menemukan permasalahan pokok yang dihadapi oleh Koperasi dan UMKM binaan khususnya pada bidang Administrasi dan Keuangan
    2. Membantu Koperasi dan UMKM mengidentifikasi kelengkapan buku-buku administrasi Koperasi dan UMKM
    3. Menfasilitasi Pengelola Koperasi dan UMKM agar memiliki kecakapan dalam menggunakan buku-buku administrasi
    4. Membantu koperasi menemukan formula atau system pembukuan sederhana, yang dapat dimengerti dan dilakanakan dengan mudah oleh Koperasi dan UMKM Binaan, mulai dari Transaksi sampai laporan keuangan
    5. Menfasilitasi Pengelola Koperasi dan UMKM agar terampil dalam menyusun laporan keuangan Koperasi dan UMKM binaan dengan model pembukuan sederhana
    6. Memberikan arahan atau pemahaman kepada koperasi dan UMKM mengenai manajemen keuangan, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian Keuangan secara sederhana
    7. Menfasilitasi Koperasi dan UMKM dalam menyusun Rencana anggaran dan Belanja Koperas
    8. Membantu Koperasi dalam menemukan sumber permodalan dengan beban bunga yang rendah
    9. Memberikan usulan mengenai prosedur dan cara mengamankan dan mengembangkan permodalan Koperasi dan UMKM

     

    INDIKATOR

    1. Produk dan Jasa yang Marketable
    2. Analisis Mitra Kerja, Pelanggan dan Pesaing
    3. SOP Produksi, Marketing dan Distribusi
    4. Kelengkapan Buku-Buku Administrasi
    5. Sistem Pembukuan
    6. SOP Keuangan
    7. RAPB

     

     

    SPESIFIKASI JABATAN

    Latar Belakang Pendidikan:

    1. Pendidikan  minimal S1, jurusan Manajemen atau Ekonomi
    2. Pengalaman sekitar 2-4  tahun  dalam bidang pengembangan Koperasi dan UMKM

     

    Kompetensi:

    1. Perkoperasian
    2. Kewirausahaan
    3. Keuangan.
    4. Akuntansisi
    5. Manajemen

     

     3)   KONSULTAN SDM

    URAIAN JABATAN

    KONSULTAN

    SDM

    IDENTITAS JABATAN 

    Nama Jabatan

    :

    KONSULTAN SDM

    Departemen/Kategori

    :

    Konsultan PLUT

    Atasan langsung

    :

    Direktur PLUT KUMKM

    Bawahan langsung

    :

    -

     

    TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

    Bertanggungjawab dalam membantu koperasi menemukan system pengembangan SDM mulai dari rekruitmen, melakukan  training dan development, memberikan jasa konseling, membangun kultur  dan komunikasi  dalam perusahaan

    RINCIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB:

    1. Membantu Koperasi dan UMKM dalam mengenali kebutuhan Rill Sumber Daya Manusia
    2. Membantu Koperasi dan UMKM dalam membuat  analisis pekerjaan, deskripsi pekerjaan dan spesifikasi Pekerjaan secara jelas dan sistematis
    3. Memberikan arahan yang tepat mengenai proses  recruitment, mulai dari pendaftaran, pemberkasan, seleksi berkas, testing,  wawancara,  pengambilan keputusan dan Penempatan
    4. Membantu Koperasi dan UMKM dalam membuat Kontrak Kerja dengan Karyawan
    5. Membantu Koperasmerancang model Pengembangan SDM secara tepat, sistematis dan berkelanjutan
    6. Membantu Koperasi dan UMKM dalam melakukan evaluasi kinerja karyawan
    7. Membantu Koperasi dalam menyusun konsep  mutasi, promosi, demosi, ratasi  karyawan

     

     

    INDIKATOR

    1. Analisis Kebutuhan Karyawan
    2. Analsiis, deskripsi, spesifikasi
    3. Struktur Organisasi
    4. Model Kontrak Kerja
    5. Model Pengembangan SDM
    6. Evaluasi Kinerja

     

    SPESIFIKASI JABATAN

    Latar Belakang Pendidikan:

    1. Pendidikan  minimal S1, jurusan Manajemen atau Ekonomi
    2. Pengalaman sekitar 2-4  tahun  dalam bidang pengembangan Koperasi dan UMKM

     

    Kompetensi:

    1. Perkoperasian
    2. Kewirausahaan
    3. Manajemen SDM
    4. Ekonomi

     

     4)   KONSULTAN IT (INFORMASI DAN TEGNOLOGI) 

    URAIAN JABATAN

    KONSULTAN

    PLUT

     IDENTIITAS JABATAN

    Nama Jabatan

    :

    KONSULTAN INFORMASI TEGNOLOGI

    Departemen/Kategori

    :

    KONSULTAN PLUT

    Atasan langsung

    :

    Direktur PLUT KOPERASI dan  UMKM

    Bawahan langsung

    :

    -

    TUGAS DAN TANGGUNG AJWAB

    Bertanggung jawab mengarahkan  Koperasi dan UMKM untuk terampil dalam mengoperasikan Tegnologi dan Tegnologi Informasi

    RINCIAN TUGAS DAN TANGGUNG AJWAB

    1. Membantu Koperasi dan UMKM agar terampil mengoperasikan Komputer terutama Microsoft office
    2. Membantu Koperasi dalam menyelesaikan masalah terkait dengan kerusakan perangkat jaringan computer
    3. Membantu Koperasi dan UMKM dalam menyusun Data Base
    4. Membantu Koperasi dan UMKM dalam membuat website, e-mail, blog, dan lainnya untuk kepentingan promosi product dan Jasa
    5. Membantu Koperasi dan UMKM dalam menganalisis, mendisain hingga implementasi i system
    6. Membantu Koperasi dan UMKM agar terampil mengoperasikan Soft Ware

     

    INDIKATOR

    1. Terampil mengopersikan Komputer
    2. Data Base
    3. Website
    4. Penggunaan Soft Ware

     

    SPESIFIKASI JABATAN

    Latar Belakang Pendidikan:

    1. Pendidikan  minimal S1, Jurusan Konputer dan Informatika
    2. Pengalaman sekitar 2-4  tahun  dalam bidang Bidang IT

     

    Kompetensi:

    1. Komputer dan Informatika
    2. Manajemen
    3. Perkoperasian

     

     3.    STRUKTUR ORGANISASI PLUT KUMKM

      

  • KRITERIA KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUMKM

    KRITERIA KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUMKM

     

    1.       Kemampuan Dasar

    Kemampuan dasar yang diharapkan dari konsultan pendamping PLUT-KUMKM, meliputi:

    1)      Kemampuan mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi

    2)      Kemampuan Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

    3)      Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

    4)      Bersedia dan dapat bekerjasama  secara team work sesuai keahlian dan hati nuraninya

    5)      Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

    6)      Memecahkan masalah

    7)      Menggunakan Tegnologi

    8)      Menjaga semangat pengabdian dan mobilitas tinggi untuk kepentingan KUMKM

    9)      Senantiasa mengembangkan kemauan dan motivasi untuk belajar

     

    2.       Performa Konsultan Pendamping PLUT-KUKM

           a.   Perilaku dan potensi kerja:

    1)      Loyalitas

    Dalam kondisi apapun selalu atau lebih  mengutamakan kepentingan pekerjaan

    2)      Kepatuhan

    Selalu menunjukkan ketaatan pada peraturan yang berlaku dan selalu mencari kejelasan peraturan

    3)      Inisiatif

    Selalu mengambil inisiatif baik dalam mengemukakan ide maupun dalam menyelesaikan persoalan tanpa tanpa diminta

    4)      Kerjasama

    Memiliki kesadaran untuk melibatkan diri dalam pekerjaan kelompok termasuk bersedia membantu pekerjaan  rekan yang ada dikelompoknya juga memberi motivasi  rekan kerja lainnya dalam kelompok tersebut

    5)      Komunikasi

    Mampu berkomunikasi secara efektif sehingga pendapatnya selalu diharapkan untuk menyelesaikan masalah

     

           b.   Kemampuan Manajerial

    1)      Merencanakan

    Perencanaan kerja yang disusun selalu dapat menggambarkan penentuan prioritas yang mendukung tercapainya tujuan, sasaran dan penjadwalan aktivitas yang jelas

    2)      Mengorganisasi

    Selalu dapat mengatur dan mengelola hal-hal  yang sudah direncanakan; sehingga tercapai tujuan dengan baik

    3)      Membina dan mengembangkan

    Kemajuan KUMKM dan staf cukup cukup cepat, baik dari segi pola kerja maupun pengetahuannya

    4)      Mengawasi

    Sangat cepat menangkap adanya indikasi  terjadinya kelalaian, hambatan, penyimpanan pelaksanaan tugas diunit kerjanya serta segera dapat melakukan tindakan pencegahan

    5)      Mengambil keputusan

    Mampu menyelesaikan persoalan-persoalan  rutin maupun mendadak dengan hasil baik  tanpa membutuhkan pengarahan dari atasan

     

           c.   Hasil Kerja

    1)      Kuantitas hasil kerja

    Selalu bekerja cepat dan karenanya kuantitas hasil pekerjaannua selalu lebih baik dari standar kualitas kerja yang diharapkan

          2)      Kualitas hasil kerja

    Hasil pekerjaannya selalu lebih baik  dari standar kualitas kerja yang diharapkan

          3)      Penerapan keakhlian

    Penerapan keahliannya tanpa memerlukan pengarahan lagi, bahkan kemampuannya tersebut sering diberikan pula pada rekan kerjanya

          4)      Penyesuaian irama kerja

    Sangat menyukai perubahan baru dan sangat mudah dalam menyusuaikan dirinya

     

           d.   Kemampuan Wirausaha

    1)      Pencarian peluang

    Senantiasa mencari sesuatu yang perlu dikerjakan, serta menyukai tantangan, perubahan dan kesempatan baru 

    2)      Kegigihan

    Senatiasa menghabiskan banyak waktu untuk mencoba mencari pemecahannya, makala menghadapi masalah yang sulit

    3)      Ketaatan pada kontrak kerja

    Senantiasa menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya dan  berusaha menepati janji yang telah saya buat       

    4)      Tuntutan terhadap kualitas dan efisiensi

    Merasa terganggu manakala pekerjaan, tidak dapat diselesaikan dengan baik dengan hasil yang lebih baik dari pada rekan pesaing

    5)      Pengambilan resiko

    Senantiasa mengerjakan banyak hal yang mengandung resiko dengan penuh pertimbangan

    6)      Penetapan tujuan

    Senantiasa memikirkan masa depan dan mempunyai rencana yang sangat jelas untuk kehidupan yang lebih baik

    7)      Pencarian informasi

    Senantiasa mengumpulkan banyak informasi, sebelum melaksanakannya, pada saat memulai tugas baru atau suatu pekerjaan

    8)      Perencanaan yang sistematis dan monitoring

    Merencanakan suatu proyek besar dengan cara memecahkannya menjadi tugas-tugas yang lebih kecil. Disamping itu senantiasa memikirkan semua masalah yang mungkin terjadi serta merencanakan apa yang harus dilakukan bila masalah tersebut terjadi.

    9)      Persuasi dan penciptaan jaringan kerja

    Mengusahakan orang-orang penting untuk membantu mencapai tujuan sertamampu mendapatkan orang-orang yang memiliki pendapat atau ide yang kuat untuk mengubah pendirian/pendapat mereka

    10)   Kepercayaan diri                     

    Memiliki keyakinan akan berhasil dengan segala apapun yang saya coba lakukan, meskipun dalam keadaan yang sulit

     

    3.       Persyaratan Konsultan Pendamping PLUT-KMUKM

    Calon Konsultan Pendamping PLUT-KMUKM memiliki kualifikasi  seperti berikut:

     

           a.   Persyaratan Umum

    1)      Warga Negara Indonesia

    2)      Berpenampilan menarik

    3)      Bebas dari Penggunaan obat terlarang

    4)      Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan efektif

    5)      Tidak pernah dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, karena melakukan kejahatan dibidang ekonomi

    6)    Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat pada pekerjaan sebelumnya

    7)    Sehat lahir dan batin, yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dokter

    8)      Aktif, jujur, kreatif, berdedikasi, dan bertatakrama dengan baik

    9)    Mempunyai semangat  kerelawanan, loyalitas, dan jiwa pengabdian yang tinggi.

           b.   Persyaratan Khusus

    1)  Pendidikan minimal S1 atau sederjat, denga latar belakan pendidikan diutamakan Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Pertanian, Informatika dan Komputer

    2)      Berusia minimal 24 tahun dan maksimal 40 tahun

    3)      Memiliki IPK minimal 2,75 (dua kom tujuh puluh lima)

    4)  Terampil dalam mengoperasikan komputer (Microsoft office), terutama word, exel, dan power point

    5)      Terampil dalam melakukan korespondensi via email

    6)      Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan aktif 

    7)      Memiliki minat yang besar terhadap pengembangan koperasi dan Usaha Mikro, kecil dan Menengah

  • ANALISIS MASALAH DAN KEBUTUHAN KONSULTAN PENDAMPING PLUT KUMKM

    ANALISIS MASALAH DAN KEBUTUHAN KONSULTAN PENDAMPING PLUT KUMKM

     

    1.    Mengapa Perlu Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM

    Akhir-akhir ini semakin banyak orang, terutama anak muda yang mengambil keputusan “memilih profesi wirausaha”.  Tingginya minat  berwirausaha, antara lain didorong oleh kemudahan memperoleh akses informasi dan terbukanya peluang untuk mengembangkan ide dan keterampilan berwirausaha. Menurut Yuyun Wirasasmita (Entrepreneur’s Handbook, 1981), diuraikan beberapa alasan, seseorang menjadi Wirausaha, yaitu: (1) alasan Keuangan; ingin menjadi kaya dan mewujudkan stabilitas keuangan (2) alasan sosial; memperoleh status, populer dan ingin dihormati, (3)alasan pelayanan; memberi pekerjaan dan membantu ekonomi masyarakat (4) alasan keluarga; masa depan anak dan keluarga, kesetiaan dan kebahagiaan dan (5) alasan pemenuhan diri; ingin menjadi atasan, dan tantangan terhadap kecakapan diri.

    Anak muda sekarang, sangat familiar dan terampil dalam menggunakan media internet untuk mencari sumber ide dan peluang wirausaha.  Mereka juga dapat memperolenya melalui Lokakarya, seminar, diskusi, diklat,  Koran, majalah, TV, Radio,  Perpustakaan, toko buku, Pameran dagang, dan kontak dagang. Dalam banyak kasus, wirausaha juga tumbuh karena hoby, pengalaman pribadi, dan peniruan.

    Geliat, dan antusiasme masyarakat, terutama kaum muda untuk berwirausaha telah melahirkan usaha Koperasi dan UMKM, semakin bertumbuh.  Jika kita potret dengan seksama, kebanyakan mereka kurang dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang aspek manajemen usaha, sehingga mereka salah arah dalam pengelolaan bisnisnya dan akhirnya tumbang dan bangkrut pada permulaan usaha. Diantara mereka ada yang jatuh, kemudian bangkit lagi, tetapi ada juga yang prustrasi akhirnya beralih keprofesi lain yang lebih nyaman.

    Kegagalan bisnis harus dipandang sebagai sesuatu yang biasa saja, terutama pada tahap awal. Bahkan penelitian yang ada menunjukkan, tingkat kegagalan pengusaha start up, mencapai 80%-90%, artinya dari 10 usaha baru, yang mampu berhasil dalam lima tahun hanya 1 (satu) atau 2 (dua) pengusaha. Menuju wirausaha sukses, bukanlah sekali coba melainkan perlu waktu dan etos kerja yang pantang menyerah. Pengusaha yang sukses  adalah mereka yang memiliki nyali untuk terus bangkit, terus meningkatkan kapasitas personalnya, dengan demikian kapasitas bisnis akan ikut bertumbuh.

    Dewasa ini Permasalahan umum yang dihadapi oleh Koperasi dan UMKM, dapat diuraikan sebagai berikut:

    1)    Rendahnya jiwa, sikap dan semangat wirausaha

    2)  Rendahnya pengetahuan dan keterampilan teknis, mengenai pengelolaan SDM, Keuangan, Pemasaran dan Produksi

    3)    Pelaku KUMKM, belum memiliki Visi  organisasi dan usaha dalam jangka panjang

    4)    Belum ada pelaporan yang baik, sehingga performa usaha  tidak terdeteksi dengan baik.

    5)  Meremehkan ketersediaan standar operasi manajemen (SOM) dan standar operasi dan prosedur (SOP) 

    6)  Lemahnya fungsi perencanaan dan pengendalian dalam bidang organisasi, pelayanan, bisnis, keuangan;

    7)    Rendahnya kemampuan mengelola kegiatan pelayanan dan bisnis secara prima

    8)    Kesulitan mengakses sumber dana dari Bank secara komersial;

    9)    Sarana dan Prasarana produksi belum memadai

    10)Belum memiliki produk yang mempunyai keunggulan bersaing;

    11)Ketidakmampuan dalam  memanfaatkan tegnologi informasi

     

    2.    LOKASI PLUT KUMKM 2013

    Kementerian Koperasi dan UMKM pada tahun 2013, akan melakukan rekruitmen calon Konsultan PLUT. Untuk pertama kali, akan dilakukan di 21 titik di 16 Provinsi. Rinciannya adalah sebagai berikut:

    1)     Kabupen Aceh Besar

    2)     Pekanbaru - Riau

    3)     Kab. Kampar – Riau

    4)     Kabupaten Sukabumi

    5)     Kabupaten Cianjur

    6)     Jawa Tengah

    7)     Kab. Kebumen – Jawa Tengah

    8)     Kab. Pacitan – Jawa Timur

    9)     Kota Batu – Jawa Timur

    10) Kalbar

    11) Kota Banjar Baru - Kalsel

    12) NTT

    13) Bali

    14) Sulawesi Selatan

    15) Kota Palopo

    16) Sulawesi Tenggara

    17) Maluku

    18) Jambi

    19) D.I. Yogyakarta

    20) Papua

    21) Papua Barat

     

    3.    ANALISIS MASALAH KOPERASI DAN UMKM

    Medio September 2013, telah dilakukan survey terhadap performa organisasi dan usaha KUMKM. Survey ini dilakukan di wilayah yang akan  menerima Konsultan PLUT KUMKM tahun 2014. Karena penerima  Konsultan PLUT tersebar di beberapa provinsi, maka kami  melakukan survey di empat titik  sebagai perwakilan, yaitu; Papua Barat, Sulawesi Selatan, Riau, Aceh,  Jawa Tengah,  dan Jawa Barat. Survey dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai kebutuhan konsultasi yang dibutuhkan oleh pelaku KUMKM.  Kuesioner Survey, dapat dilihat pada lampiran 1 dan 2.

    Hasilnya menunjukkan, bahwa secara  kontekstual masalah yang dihadapi umumnya sama, tetapi kedalaman dan gawatnya masalah berbeda-beda.  KUMKM di Jawa Barat dan Jawa Tengah, selangkah lebih maju dibandingkan dengan potret KUMKM di Papua Barat, demikian juga potret KUMKM di Sulawesi Selatan, Riau dan Aceh,  umumnya lebih maju dari pada di Papua meskipun belum sama tingkat kemapanannya dengan KUMKM di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa perbedaan tersebut diakibatkan oleh  daya dukung lingkungan strategis yang berbeda antara KUMKM di Jawa dan di Luar Jawa. Kita harus mengakui bahwa akses terhadap sumber daya produktif di Jawa jauh lebih cepat dari pada luar Jawa.

    Jika kita potret secara komprehensif, dapat kita temukan beberapa faktor penyebab masalah KUMKM, sebagai berikut:

    1).  Ketiadaan aspek legalitas atau perijinan, seperti:

    ·         Badan Hukum (BH),

    ·         Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),

    ·         Surat Ijin Tempat Usaha (SITU),

    ·         Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP),

    ·         Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan lain-lain.

    Akibatnya;

    ·         Rawan pungutan liar,

    ·         Sering diganggu preman,

    ·         Susah mengakses pembiayaan,

    ·         Terancam digusur

    ·         Sulit bermitra, dan lain-lain.

    Faktor penyebabnya, adalah:

    ·         Biayanya mahal

    ·         Butuh waktu lama dan berbelit-belit

    ·         Ketidaktahuan dimana, dan bagaimana cara mengurusnya

    ·         Kepedulian/keseriusan rendah

    ·         Kurang perhatian dan kurang pengarahan dari Pembina

    2).  Tidak tersedianya system, formula atau manajemen usaha yang baik, seperti;

    ·         Rencana usaha,

    ·         Rencana kerja,

    ·         Rencana anggaran dan belanja (RAPB),

    ·         Tata Kerja (Jobdisc)

    ·    Standar operasional prosedur (SOP) usaha, produksi, pemasaran, SDM dan keuangan

    Akibatnya:

    ·         Operasi usaha berjalan tidak terarah

    ·         Tidak ada pengendalian intern

    ·         Tidak jelas target

    ·         SDM bekerja alakadarnya dan suka-suka

    Faktor Penyebabnya, adalah:

    ·         Tidak mengerti cara menyusunnya

    ·         Tidak mengerti apa manfaatnya

    ·         Kepedulian rendah

    ·         Kurang perhatian/lemahnya pengarahan pembina

    3).  Lemahnya koordinasi dan integrasi (kerjasama) diantara pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal, seperti:

    ·         Rapat Pengurus,

    ·         Rapat Pengawas,

    ·         Rapat Karyawan,

    ·         Rapat Pengurus-Pengawas-karyawan,

    ·         Rapat dengan Pembina,

    ·         Rapat dengan Mitra Kerja, dll

    Akibatnya:

    ·      Kegiatan produksi, pemasaran, keuangan, administrasi, tidak jelas arahnya (tidak ada pengendalian)

    ·         Tidak ada pembagian tugas

    ·         Tiba masa, tiba akal

    ·         Pengguna jasa dan mitra kurang yakin terhadap performa usaha

    Faktor Penyebabnya:

    ·         Kepedulian dan tanggung jawab rendah

    ·         Tidak ada arahan dari Pembina

    ·         Rendahnya kompetensi pengurus dan pengelola

    ·         Kurang perhatian/lemahnya pengarahan pembina

    4).  Ketidaklengkapan sarana dan prasarana organisasi dan usaha KUMKM, seperti;

    ·         Kantor,

    ·         Peralatan (Inventaris),

    ·         Sarana Produksi Dan Distribusi,

    ·         Telepon, Listrik, Sumber Air, Dan Lain-Lain

    Akibatnya:

    ·         Kantor dan Tempat usaha tidak jelas

    ·         Pengelola tidak bersemangat

    ·         Pengarsipan tidak tertib

    ·         Pencatatan tidak tertib

    ·         Pelaporan tidak tertib

    ·         Pengurus, pengawas, karyawan bekerja alakadarnya

    Faktor penyebabnya:

    ·         Usahanya rapuh alias tidak layak

    ·         Tidak ada persiapan

    ·         Tidak serius berusaha

    ·         Kurang perhatian/lemahnya pengarahan pembina

    5).  Ketidakcermatan dalam memilih unit usaha dan lemahnya pelayanan prima, seperti;

    ·         Barang dagangan tidak lengkap,

    ·         Harga tidak wajar (kemahalan)

    ·         Kualitasnya kurang baik,

    ·         Tempat usaha  tidak strategis,

    ·         Buka-tutup tidak konsisten,

    ·         Lay out dan display barang tidak menarik,

    ·         Pelayan tidak profesional

    Akibatnya:

    ·         Tidak memiliki daya saing

    ·         Volume penjualan rendah

    ·         Lama kelamaan konsumen akan beralih ketempat lain

    Faktor Penyebabnya:

    ·         Tidak ada survey pasar, Tidak ada analisa pesaing

    ·         Ketidaktepatan dalam menentukan harga

    ·         Kurang perencanaan

    ·         Tidak ada pelatihan

    ·         Kurang perhatian/lemahnya pengarahan pembina

    6). Lemahnya kapasitas dan kemampuan profesionalisme pengelola KUMKM dalam mengakses sumber daya produktif, seperti:

    ·         Akses pembiayaan/permodalan

    ·         Akses barang murah (supplier)

    ·         Akses informasi dan tegnologi

    ·         Akses pasar

    Akibatnya:

    ·         Bunga pinjaman tinggi

    ·         Harga barang dagangan tidak bersaing (mahal)

    ·         Daya saing  produk dan jasa KUMKM rendah

    ·         Produk tidak terserap pasar

    Faktor Penyebabnya:

    ·         Rendahnya Jiwa, sikap dan semangat wirausaha

    ·         SDM Terbatas baik jumlah maupun kualitasnya

    ·         Kurang perhatian/lemahnya pengarahan pembina

    7).  Ketidakpedulian dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi organisasi dan Usaha KUMKM, seperti:

    ·         Pendidikan anggota,

    ·         Pendidikan pengurus,

    ·         Pendidikan pengawas,

    ·         Pendidikan manajer dan karyawan,

    ·         Jenjang karir,

    ·         Kegiatan promosi dan pemasaran.

    Akibatnya:

    ·         SDM Pengelola tidak kompeten

    ·         Produk dan jasa tidak dikenal konsumen

    ·         Fungsi-fungsi Manajemen tidak berjalan baik

    ·         Operasional usaha tidak efektif

    Faktor Penyebabnya:

    ·         Anggaran terbatas

    ·         Diklat tidak prioritas

    ·         Kesadaran Pendidikan Rendah

    ·         Kurang perhatian/lemahnya pengarahan pembina

    8).  Lemahnya akuntabilitas dan pertanggungjawaban intern (khusus koperasi), seperti:

    ·         RAT Tidak Terlaksana,

    ·         Administrasi Tidak Tertib,

    ·         Pelaporan Tidak Ada.

    Akibatnya:

    ·         Tidak dipercaya anggota

    ·         Tidak dipercaya mitra kerja

    ·         Usaha terancam bangkrut

    Faktor Penyebabnya:

    ·         Tidak tahu menyusun laporan

    ·         Tidak ada kepedulian

    ·         Kurang pengarahan (bimbingan)

    9).  Ketidakmampuan dalam memanfaatkan tegnologi dan Tegnologi Informasi, seperti:

    ·         Penggunaan Komputer

    ·         E-mail

    ·         Internet

    ·         Software, dll

    Akibatnya:

    ·         Data base kurang lengkap

    ·         Tidak efisien (kerja lambat)

    ·         Daya saing rendah

    ·         Performa kurang meyakinkan

    Faktor Penyebabnya:

    ·         Tidak ada pelatihan

    ·         Kurang pengarahan (bimbingan)

     

    4.    Analisis Kebutuhan Konsultan PLUT-KUMKM

    Analisis masalah sebagaimana diungkapkan di atas, meyakinkan kita bahwa kedepan kebutuhan terhadap Konsultan Pendamping PLUT KUMKM adalah suatu keniscayaan. Ketika pelaku usaka KUMKM ingin keluar dari masalahnya, mereka tidak tahu kemana harus bertanya untuk mencari solusi. Tidak ada tempat yang mampu memberikan solusi komprehensif tentang masalah yang tengah dihadapi. Mereka ibarat, ”berjalan dalam kegelapan malam”, usaha dijalankan dengan meraba-raba, tanpa arah yang jelas, karena ketiadaan juru penerang yang mumpuni.

    Kehadiran Konsultan terbaik KUMKM, diharapkan mampu memberikan arah yang jelas bagi terselenggaranya bisnis secara profesional dan menguntungkan. Konsultan KUMKM ini akan bekerja secara sinergis dalam Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Melalui kelembagaan PLUT  semua sumberdaya terbaik  dari pemerintah pusat daerah, konsultan terbaik KUMKM, lembaga keuangan bank dan non Bank, training center, praktisi bisinis yang sukses, akses pasar, HAKI, perguruan tinggi akan bekerja sama secara sinergi.

    Mencermati analisis masalah yang dihadapi oleh KUMKM, kita dapat menemukenali bahwa persoalan yang dihadapi oleh KUMKM adalah multikompleks, meliputi; organisasi dan kelembagaan, produksi, keuangan, pemasaran dan manajemen sumber daya manusia.  Berdasarkan itu pula, maka konsultan PLUT harus mampu mencarikan solusi yang tepat dan cepat agar performa KUMKM mengalami koreksi perbaikan.

    Kami telah melakukan analisis kebutuhan dengan cara menghubungkan antara masalah KUMKM dengan keahlian konsultan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.  Akhirnya kami  sampai pada satu rumusan kesimpulan bahwa paling tidak kami membutuhkan 4 (empat) keahlian pokok untuk menjawab permasalahan KUMKM. Empat keahlian tersebut, meliputi;

    1. Keahlian dalam bidang Strategi Bisnis
    2. Keahlian dalam bidang Operasi
    3. Keahlian dalam bidang Manajemen SDM, dan
    4. Keahlian dalam bidang IT.

    Diharapkan keahlian ini dapat memenuhi 7 (tujuh) jenis layanan PLUT KUMKM.

     

    5.    Kategori Jabatan Konsultan PLUT-KUMKM

    Beredasarkan pada   keahlian konsultan PLUT-KUMKM yang dibutuhkan, maka PLUT membagi jabatan konsultan 4 (empat) kategori. Hal ini dilakukukan oleh karena sangat sulit untuk menemukan 1 (satu) orang yang memiliki 4 (empat) keahlian sekaligus. Ke empat jabatan konsultan PLUT KUMKM tersebut terdiri atas:

    1)    Konsultan Strategi

    Konsultan membantu pemilik atau eksekutif KUMKM untuk memahami  dan menghadapi tantangan  strategis  perusahaan mereka. Konsultan  ini bekerja sama dengan team manajemen  dalam merumuskan  strategi  dan rencana  jangka panjang. Beberapa hanya memberikan rekomendasi  dalam melakukan presentasi , akan tetapi sebagian lain dituntut  untuk mendampingi  selama proses implementasi

    2)    Konsultan Operasional

    Kalau perusahaan KUMKM ingin memperbaharui  proses pembelian  dan rantai  pasokan  dari pabrikan, maka anda membutuhkan konsultan operasi. Konsultan  ini berfokus  pada proses  internal  klien seperti distribusi , produksi, costumer services.

    3)    Konsultan SDM

    Keterlibatan konsultan  ini bisa dari sejak proses recruitmen, melakukan  training dan development, memberikan jasa konseling, membangun kultur  dan komunikasi  dalam perusahaan. Kemampuan yang telah dimiliki karyawan harus terus diasah secara terus menerus melalui pengalaman kerja dan pengembangan karyawan. Seorang karyawan  harus senantiasa diasah ketrampilannya  agar dapat menjalankan tugasnya dengan cepat, tepat dan memuaskan. Untuk dapat memiliki karyawan yang profesional, diperlukan  uraian tugas (job analysis) wewenang dan tanggung jawab yang harus dijalankan seorang karyawan. Salah kunci pokok dalam Manajemen SDM adalah proses rekruitmen. Proses ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan; disamping jumlah tenaga yang dibutuhkan juga kualifikasi yang dipersyaratkan harus tepat.

    4)    Konsultan IT

    Konsultan ini menangani  permasalahan  bisnis yang kental dengan isu-isu  teknis dari system /teknologi infomrmasi. Mereka bertanggung jawab  mulai dari proses  analisis, desain, hingga implementasi system. Konsultan IT juga diharapkan dapat memberikan solusi permasalahan yang terkait dengan  e-business dan e-commerce dalam skala yang luas. E-business biasanya berkaitan dengan bisnis yang dijalankan  secara  online, sementara e-commerce  umumnya merupakan  kegiatan yang melibatkan  transfer melaui media internet/elektronik

     

    6.    Formasi Kebutuhan Konsultan Plut Kumkm Berdasarkan Wilayah

    Setelah melihat karakteristik permasalahan yang ada pada masing-masing wilayah penerima proyek PLUT KUMKM, dapat kita kenali adanya tingkat kebutuhan yang berbeda-beda, misalnya; Untuk Wilayah Jawa, lebih banyak membutuhkan konsultan SDM dan IT, sedangkan untuk luar Jawa, lebih membutuhkan konsultan strategi dan operasi.

    Berdasarkan analisa kebutuhan tersebut, maka formasi keahlian konsultan untuk masingi-masing wilayah berbeda-beda. Formasi lengkap, dapat dilihat pada table, berikut:

     

    Tabel: 1. Kebutuhan Konsultan Berdasarkan Keahlian

    No

    LOKASI

    KEBUTUHAN KONSULTAN

    TOTAL

    STRATEGI

    OPERASI

    MSDM

    IT

    1

    Kabupen Aceh Besar

    2

    2

    1

    2

    7

    2

    Pekanbaru - Riau

    2

    2

    1

    2

    7

    3

    Kab. Kampar – Riau

    2

    2

    1

    2

    7

    4

    Kabupaten Sukabumi

    1

    2

    2

    2

    7

    5

    Kabupaten Cianjur

    1

    2

    2

    2

    7

    6

    Jawa Tengah

    1

    2

    2

    2

    7

    7

    Kab. Kebumen – Jateng

    1

    2

    2

    2

    7

    8

    Kab. Pacitan – Jatim

    1

    2

    2

    2

    7

    9

    Kota Batu – Jawa Timur

    1

    2

    2

    2

    7

    10

    Kalbar

    2

    2

    1

    2

    7

    11

    Kota Banjar Baru - Kalsel

    2

    2

    1

    2

    7

    12

    NTT

    2

    3

    1

    1

    7

    13

    Bali

    2

    2

    1

    2

    7

    14

    Sulawesi Selatan

    2

    2

    1

    2

    7

    15

    Kota Palopo

    2

    2

    1

    2

    7

    16

    Sulawesi Tenggara

    2

    2

    1

    2

    7

    17

    Maluku

    2

    3

    1

    1

    7

    18

    Jambi

    2

    2

    1

    2

    7

    19

    D.I. Yogyakarta

    1

    2

    2

    2

    7

    20

    Papua

    2

    3

    1

    1

    7

    21

    Papua Barat

    2

    3

    1

    1

    7

    JUMLAH

    35

    46

    28

    38

    147

     

     

  • MENGENAL KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUKM

    MENGENAL KONSULTAN PENDAMPING PLUT-KUKM

     

    1.   Apa Dan Siapa Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM

    Secara umum, Konsultan dapat diartikan sebagai tenaga professional  yang menyediakan jasa konsultasi dalam bidang keahlian tertentu, misalnya; keuangan, akuntansi, pajak, koperasi, promosi dan pemasaran, lingkungan, manajemen SDM, produksi, hukum, dan lain-lain. Konsultan bukanlah merupakan pegawai perusahaan yang dimiliki client (pengguna jasa), melainkan seseorang yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja pada sebuah perusahaan konsultan. Konsultan lebih banyak berperan melakukan mediasi, fasilitasi, advokasi dan edukasi terhadap permasalahan klien.

    Kementerian Koperasi dan UMKM RI, melalui deputi bidang pengembangan dan restrukturisasi usaha, akan membangun dan mengembangkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).  Organisasi PLUT, akan  didukung oleh kehadiran Konsultan Pendamping PLUT yang kompeten.   Konsultan Pendamping PLUT, difokuskan  pada  koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM). Pilihan segmen ini, didasarkan pada kenyataan bahwa sektor KUMKM memiliki kedudukan penting dan strategis terutama karena perannya sebagai  penyanggah perekonomian nasional. Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM, haruslah konsultan terbaik yang berkeahlian khusus, yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi. Hal ini penting oleh karena jenis layanan PLUT bersifat rumah sehat, yang memberikan layanan Full Services.

     

    2.   Visi dan Misi Konsultan PLUT KUMKM

    a.     Visi

    Visi Konsultan PLUT-KUMKM, adalah: “Menjadi Mitra Terpercaya menuju KUMKM yang sehat, tangguh dan mandiri”

    b.     Misi

    Misi Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM, adalah:

    1.    Menjadi fasilitator dalam pemberian layanan pemenuhan kebutuhan pengembangan usaha KUMKM

    2.  Menjadi Mediator yang mampu menjembatani KUMKM dalam membangun hubungan dengan pemangku kepentingan lainnya

    3. Menjadi Stimulator yang mampu mendorong percepatan perubahan dan perkembangan usaha KUMKM

    4.    Menjadi motivator yang mampu membangkitkan jiwa, sikap dan semangat wirausaha

     

    Konsultan pendamping PLUT-KUMKM mengembang misi pembaharuan, yakni menyehatkan dan memajukan organisasi dan usaha KUMKM. Misi mulia ini, tidak cukup  didukung dengan keahlian saja. tetapi  Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM haruslah seorang yang tulus, ikhlas, jujur, terpercaya, menghargai, mengutamakan kesetaraan, kebersamaan, kearifan dan kerendahan hati dalam menyelesaikan setiap masalah KUMKM. Nilai-nilai ini, mestilah menjadi dasar bagi Konsultan PLUT-KUMKM dalam menjalankan peran dan tugasnya.

    Keunikan Konsultan PLUT-KUMKM terdapat pada kerelaan dan keikhlasan menjalankan tugas bukan hanya karena digaji tetapi karena keinginan yang besar untuk membantu organisasi dan usaha KUMKM keluar dari masalahnya. Motivasi mereka lebih dilandasi oleh keyakinan bahwa nilai-nilai luhur tersebut adalah kunci perbaikan kehidupan pelaku usaha KUMKM. Karena itu, kapan dan dimana saja, harus senantiasa siap memberikan kontribusi terbaik demi tercapinya usaha KUMKM yang sehat, tangguh dan mandiri. Dengan demikian kedudukan KUMKM kedepan akan mampu menjadi pelaku ekonomi yang dominan dalam perekonomian nasional.

     

    3.   Jenis Layanan.

    PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) menyediakan  7 (tujuh) jenis layanan  untuk KUMKM, meliputi:

    1)    Konsultasi Bisnis KUMK

    Tersedianya konsultan bisnis yang memiliki standar kompetensi  untuk memberikan bimbingan bisnis kepada KUMKM untuk berkonsultasi. Fungsi konsultan adalah untuk mencari jalan keluar dari persoalan  yang dihadapi  KUMKM. Para konsultan bisnis ini telah memilikistandar kompetensi dalam  memberikan nasihat bisnis dalam  hal masalah SDM, managemen  usaha, kualitas produk, HAKI, kerjasama usaha  dan pemanfaatan  tegnologi informasi.

    2)    Pendamping atau mentor Bisnis

    Menyediakan mentor bisnis yang khusus memberikan  pendampingan secara regular khususnya untuk KUMKM yang ingin naik kelas dan membenahi masalah-masalah usaha yang mereka hadapi. Fungsi mentor bisnis  adalah memberikan pendampingan untuk pengembangan bisnis  KUMKM supaya bisa naik kelas secara konsisten.

    3)    Promosi dan Pemasaran

    PLUT menyelenggarakan  promosi produk-produk unggulan yang dapat dikunjungi oleh para pembeli atau pihak  calon buyer dari lokal dan luar negeri. Produk-produk unggulan tersebut dipromosikan  secara gratis di PLUT-KUMKM, sehingga sarana promosi PLUT-KUMKM menjadi etalase produk-produk unggulan dari seluruh daerah di provinsi yang bersangkutan. PLUT KUMKM menjadi atalase besama bagi produk KUMKM. Dalam rangka promosi yang lebih luas,  PLUT disatu provinsi/kab/kota dapat juga melakukan kerjasama promosi dengan cara saling mempromosikan produk masing-masing.

    4)    Akses Kepembiayaan

    PLUT memiliki akses keseluruh jenis pembiayaan  untuk KUMKM baik kepada lembaga  perbankan, modal ventura, dana PKBL BUMN, pendanaan dinas-dinas terkait. Fungsi ini dijalankan oleh konsultan bisnis  yang telah memiliki akses dan mampu menyambungkan KUMKM dengan sumber-sumber pembiayaan tersebut.

    5)    Pelatihan Bisnis

    PLUT memiliki 2 (dua) jenis pelatihan, yaitu:

    a.    Pertama, pelatihan untuk calon wirausaha untuk pembuatan produk-produk tertentu  dengan maksud untuk menciptakan kesempatan kerjasama bisnis antara pelatih dan peserta. Trainer adalah pengusaha  yang sudah sukses dibidangnya. Sedangkan peserta adalah calon-calon pengusaha yang ingin memasuki bidang usaha yang bersangkutan.

    b.    Kedua, pelatihan skill managerial tertentu untuk mendukung pengembangan bisnis peserta, misalnya pelatihan internet marketing, akuntansi untuk KUMKM, pelatihan Standar Operating Procedure (SOP), perpajakan dan sebagainya. Trainer pelatihan ini adalah seorang professional atau praktisi yang sudah berpengalaman  dibidang-bindang tersebut

    6)    Networking

    PLUT menyediakan  sarana networking  untuk KUMKM yaitu secara regular mengundang pengusaha besar atau pengusaha menengah yang sukses untuk memberikan sharing  pengalaman bagaimana mengembangkan bisnisnya. Pesertanya adalah  para KUMKM yang ingin belajar dan terus bertumbuh. Pembicara yang diundang  adalah pengusaha sukses  dengan beragam latar belakang  seperti; pertanian, perikanan, industry pengolahan, jasa keuangan, dan sebagainya. Mereka diminta sharing  tentang bisnisnya, mind set-ma pengalaman menghadapi permasalahan-permasalahn dan solusi-solusi  dalam menghadapi masalah bisnis

    7)    Layanan Pustaka Entrepreneur

    PLUT menyediakan bahan-bahan perpustakaan yang khusus  berisi buku-buku bisnis, jurnal dan majalah bisnis. Bahan-bahan pustaka tersebut  dapat dimanfaatkan untuk mencari referensi bagi KUMKM dalam mengembangkan bisnisnya.

     

    4.   Membangun Bisnis Konsulting

    Koperasi dan UMKM saat ini semakin bertumbuh, semua mempunyai obsesi untuk tetap eksis dan lebih maju dalam persaingan yang semakin ketat. Karena itu para pelaku usaha mencurahkan semua kekuatan agar dapat tampil prima dihadapan mitra bisnis dan pelanggannya. Setiap persoalan yang dihadapi harus menemukan solusi secara cepat dan tepat. Dengan makin bertumbuhnya KUMKM, berarti kebutuhan terhadap profesi konsultan akan semakin meningkat, ini berarti bisnis konsultan semakin menjanjikan. B

    Bisnis Konsultan, adalah bisnis jasa yang mengedepankan kepercayaan dari pengguna jasa. Sebagai bisnis yang bergerak disektor jasa, maka efektifitas dan kenyamanan layanan menjadi pilar utama. Kalau klien merasa bahwa karena andalah  bisnisnya bertambah maju, maka anda akan ditetapkan sebagai mitra terpercaya dalam mengawal bisnis mereka. Klien anda akan menceritakan reputasi anda kepada pelaku bisnis lainnya, ini berarti anda semakin berpeluang untuk mendapatkan klien yang lebih banyak.

    Untuk membangun bisnis konsultan yang terpercaya, diperlukan hal-hal sebagai berikut:

    1.   Membangun Reputasi

    Bagi seorang Konsultan “Reputasi” merupakan aset penting dan strategis strategis, karena reputasi dapat meningkatkan value dari konsultan tersebut. Reputasi yang kuat, akan mendongkrak  daya saing dan tarif.  Konsultan dengan reputasi yang kuat akan menjadi idaman dan tambatan klien. Reputasi  bukanlah sekedar masalah kepercayaan diri tetapi menyangkut jalinan yang didasarkan atas kepercayaan (trust) dan integritas.

    Reputasi yang kuat dibangun dari tindakan operasional sehari-hari yang konsisten dengan tata nilai perusahaan, tidak cukup satu gebrakan saja. Diperlukan segmentasi dan penentuan skala prioritas untuk membidik khalayak yang secara kritis mempunyai dampak yang tinggi (high impact). Pekerjaan tidak cukup sekedar dapat diterima tetapi betul-betul menarik, menggugah, dan dapat menjadi bius positif agar klien yang kita tangani keluar dari masalahnya.

    Agar reputasi anda sebagai konultan tetap terpercaya, maka  seorang konsultan dituntut, untuk:

    a.    Memiliki produk  jasa konsultasi yang terbukti memberi solusi cepat dan tepat

    b.    Terus up-date terhadap perkembangan ilmu-ilmu yang relepan

    c.    Mengikuti diklat-diklat keahlian tertentu yang bersertifikasi

    d.    Konsisten dalam memberikan advise sesuai keahliannya

    2.   Berpartner

    Menjalin kerja sama dengan perusahaan lain, merupakan jalan yang tepat untuk menarik klien. Apalagi bila perusahaan yang menjadi partner Anda sudah memiliki nama besar di dunia bisnis konsultan. Karena itu sebelum menentukan partner, teliti dulu mengenai kekuatan dan kelemahannya. Yakini bahwa partner anda akan memberikan manfaat yang lebih besar.

    3.   Diferensiasi Servis

    Menerapkan diferensiasi servis dalam menjalani bisnis konsultan sangat berguna agar Anda bisa lolos dari ketatnya persaingan. Buat formula, media atau alat bantu yang unik yang memungkinkan kegiatan konsultasi dan pendampingan berhasil.